Hotline 24 Jam Proses Klaim Bengkel Rekanan
Tentang Herbalife
Google Yahoo
Kode Warna

Bebek Hibrida, Varietas Baru Bebek Unggulan Dalam Bisnis Unggulan

Unggas yang satu ini tak diperlukan panjang lebar kata untuk menjelaskannya. Ya, siapasih yang  tak kenal dengan “bebek” ? Dagingnya yang  gurih menjadikannya sebagai kegemaran bahkan primadona makanan bagi sebagian besar orang. Banyak kita jumpai warung makan kaki lima hingga restoran berkelas yang menyajikan olahan daging bebek sebagai menu utama mereka. Inilah yang  membuat usaha peternakan bebek memiliki potensi bisnis sangat menggiurkan. Kebutuhan daging bebek yang  terus meningkat dan semakin tak terjangkau oleh kemampuan penyediaan peternak bebek semakin menambah besar potensi bisnis peternakan bebek. Namun sayang, hal ini pulalah yang  justru membuat bebek semakin langka dan terancam “keberadaannya”, mengapa ? Sebagaimana kita ketahui bahwa supplai daging bebek berasal dari bebek afkir, yakni bebek yang  sudah tidak produktif. Namun karena permintaan pasar yang begitu besar akan daging bebek membuat banyak peternak menjual bebek yang masih produktif. Tanpa disadari tindakan ini menyebabkan berkurangnya jumlah bebek produktif yang tentu saja berakibat pada menurunnya “produktifitas” peternakan itu sendiri. 

Kondisi inilah yang membuat sebagian peternak berfikir bagaimana mencegah “hal” tersebut terjadi. Para peternak ini kemudian melakukan proses persilangan antar varietas bebek untuk memperoleh bebek unggulan, salah satu hasilnya adalah bebek hibrida. Bebek hibrida merupakan hasil persilangan antara bebek Peking jantan dengan bebek local (Mojosari, JawaTimur)  betina. Bebek hibrida memiliki cirri fisik menyerupai bebek local hanya lebih gemuk dibagian bawah perutnya. Menurut salah seorang peternak bebek hibrida, Budi, yang telah menekuni peternakan bebek hibrida ini varietas bebek hibrida memiliki keunggulan diantaranya :
  • Pertumbuhan daging yang cepat. Untuk mencapai berat badan 1,4 – 2 kg hanya diperlukan waktu pemeliharaan antara 40 – 50 hari. Berbeda dengan bebek lokal yang memerlukan waktu pemeliharaan hingga 3 atau 4 bulan.
  • Tingkat FCR tinggi. FCR atau Food Convertion Rate adalah kemampuan ternak dalam menyerap nutrisi yang diberikan untuk pertumbuhan. Semakin tinggi tingkat FCR menunjukkan semakin bagus kemampuan ternak dalam menyerap nutrisi yang diberikan. Bebek hibrida memerlukan pakan sekitar 2,7 kg untuk mencapai berat ideal 1,6 – 2 kg. Berbeda dengan bebek lokal yang memerlukan pakan hingga 4 kg hanya untuk mencapai berat badan 1,2 – 1,4 kg.
  • Rasa daging yang lembut dan gurih. Rasa daging bebek hibrida sangat gurih seperti bebek local namun memiliki tingkat kelembutan atau tekstur daging seperti bebek Peking.
  • Daya tahan tubuh bagus. Bebek hibrida memiliki daya tahan tubuh bagus sehingga tingkat atau rasio kematian kecil.
  • Masa panen cepat dan ongkos produksi yang rendah. Pertumbuhan daging yang cepat dan tingkat FCR yang tinggi menjadikan bebek hibrida sebagai primadona baru dalam usaha peternakan unggas. Bebek hibrida bisa dipanen dalam waktu 40 – 50 hari dengan biaya operasional lebih rendah, yang tentu saja ini sangat menguntungkan bagi peternak bebek hibrida.
Sistem kandang kering dalam peternakan bebek hibrida

bebek unggulan

Menurut Budi, bebek adalah jenis unggas yang suka berkubang dalam air. Namun kebiasaan berkubang ini rentan menyebabkan kematian pada bebek dibawah umur 2 minggu. Untuk menyiasati hal tersebut, Budi menggunakan system kandang kering dalam peternakan bebek hibrida miliknya. Sistem kandang kering ini menggunakan media sekam padi sebagai alas kandangnya dengan air minum yang selalu tersedia yang ditempatkan dalam tempat minum unggas yang biasa dipakai dalam peternakan ayam.

Pemberian pakan ternak bebek hibrida

Untuk bebek hibrida usia 1 – 21 hari, Budi menyarankan untuk diberikan pakan murni pedaging yang banyak terdapat dipasaran. Sedangkan bebek hibrida usia 3 minggu sampai panen, pakan yang diberikan bisa berupa oplosan antara pakan murni pedaging dengan pakan buatan sendiri. Budi mengaku biasa membuat sendiri olahan atau campuran pakan bebek hibrida ternakannya. Pakan tersebut berasal dari :
  • Dedak dengan komposisi jumlah 20 – 30 %
  • Tepung jagung dengan komposisi 40 – 50 %
  • Sisa ikan kering sebagai pelengkap
Peluang bisnis usaha peternakan bebek hibrida

Menurut Budi, sampai saat ini masih ada kekurangan supplai DOD bebek hibrida. Dengan harga DOD bebek hibrida +- Rp. 8.000,- per ekor ini justru membuka peluang variasi bisnis ternak bebek hibrida, yakni penyediaan DOD. Selain itu peternak juga bisa menyediakan bebek hibrida remaja, usia 2 – 3 minggu. Hal ini karena banyak peternak, terutama peternak pemula yang merasa lebih mudah dan tidak beresiko membesarkan bebek hibrida mulai dari usia 2 minggu keatas. Yang terakhir tentu saja peluang bisnis pembesaran bebek hibrida itu sendiri. Meski tidak memberikan angka pasti saat ditanya keuntungan beternak bebek hibrida, Budi yang belum genap setahun beternak bebek hibrida ini mengaku sudah mampu meraup keuntungan hingga puluhan juta rupiah. Hal ini disebabkan tingkat keuntungan yang sangat tinggi sebagai hasil dari masa panen yang cepat dan biaya pakan yang murah.
Itulah sekelumit informasi tentang bisnis budidaya bebek hibrida. Tertarik untuk mencobanya ? Selamat ber wirausaha dan sukses.

CP, Budi, peternak bebek hibrida : Parung Panjang, Bogor. HP : 08151688899

Oleh : Alam Syah
read more...

Meraup Untung dari Bisnis Kue Rumahan

Bisnis tak jarang bermula dari aktivitas rutin di rumah sehari-hari. Seperti yang dialami Ira  Dwijanti. Kegemaran dan hobbinya membuat kue sendiri ternyata memberinya ide  dan keberanian untuk memulai usaha sendiri. Tentu cukup mengagetkan jika kita tahu bahwa Ira  sebelumnya adalah seorang sekretaris di sebuah perusahaan holding company yang  cukup besar. Keinginan untuk bisa meluangkan waktu lebih banyak bersama ketiga putra-putrinya memantapkan Ira  melepaskan jabatannya sebagai sekretaris dan memulai usaha sendiri. Ira memilih bisnis kue rumahan sebagai usaha yang digelutinya.  Ira mengaku tak banyak berfikir panjang ketika memulai usaha, baginya yang  penting ia bisa berkumpul bersama keluarga tercinta. Ira mengaku memulai usahanya dengan modal 5 jt rupiah yang  sebagian besarnya adalah untuk membeli peralatan dan sisanya untuk membeli bahan pembuatan kue. 

Awalnya usaha kue rumahan Ira hanya mengandalkan “promosi gethok tular”  atau promosi dari mulut ke mulut, mulai dari teman-teman sekantornya dahulu dan saudara-saudaranya serta tetangga-tetangganya. Tak disangka usaha kue rumahan Ira berkembang pesat hingga dalam waktu 2 – 3 bulan Ira  sudah kembali modal atau BEP. Sejak itulah Ira  memutuskan untuk lebih serius menekuni bisnis kue rumahan miliknya, maka Ira-pun memutuskan menyewa sebuah kios  di kawasan Mampang, Jakarta  Selatan dan memberi  nama produk bisnis kue rumahan-nya dengan nama “Ach O Met”. Ira  menuturkan setiap bulan dari kios kecilnya ia mampu meraup omset tak kurang dari 10juta rupiah  dengan tingkat keuntungan 30% – 40%. Kini Ira  terus belajar untuk lebih mengembangkan bisnis kue rumahan-nya, ia melihat potensi bisnis kue rumahan ternyata luar biasa besar.  Salah satu teman yang  sering dimintai saran adalah Aswin Noor, pemilik bisnis “QueMama” yang  awalnya juga berawal dari bisnis kue rumahan.

Que Mama, dari bisnis kue rumahan menjadi waralaba

Berawal dari usaha kue rumahan yang dimulai oleh ibunya, Aswin Noor  lalu meneruskan dan mengembangkan usaha tersebut. Kini,  dalam waktu 2  tahun sejak digawanginya usaha kue rumahan ibunya telah berkembang menjadi 2 outlet besar dan 6 cabang waralabanya. Mengingat ibunya yang  merintis usaha tersebut maka Aswin memberi nama atau brand bisnisnya dengan “QueMama”. Ira  Dwijanti yang sempat diajak untuk menyambangi  outlet milikAswin pun  cukup kagum dengan kualitas serta penampilan outlet QueMama.

kue
Dalam bincang-bincangnya bersama Aswin Noor, Ira  banyak mendapat masukan tentang bagaimana cara mengembangkan usaha kue rumahan menjadi lebih profitable. Ada beberapa tips  dan kunci sukses tentang bagaimana menjalankan usaha kue rumahan menurut Ira danAswin, diantaranya ;
  • Pemilihan bahan baku yang berkualitas. Hal ini akan menentukan kualitas akhir produk yang  kita buat. Sebab dengan produk akhir berupa makanan, tentu rasa  menjadi factor utama diterima atau tidaknya produk yang ditawarkan. Selain juga tentu kita perhatikan harga,  hygienitas dan variasi produk.
  • Kemasan. Meski hanya bisnis kue rumahan, jangan ragu untuk menggunakan kemasan yang  berbeda dari yang lain, memiliki ciri khusus yang mencerminkan brand atau merek produk kita.
  • Branding atau pemakaian merek. Menurut Aswin, ini hal penting yang sering dilupakan para pebisnis kue rumahan. Mereka menganggap tidak perlu menggunakan merek karena produknya hanya berupa kue rumahan. Justru sebaliknya,  menurut Aswin  pebisnis kue rumahan harus memiliki brand atau merek yang bisa membuatnya dikenal dan dibedakan dari yang lainnya.
  • Membuka outlet.  Walaupun namanya bisnis kue rumahan,  jangan menunda bila ada kesempatan untuk membuka outlet. Membuka outlet memilki beberapa keuntungan,  diantaranya ; bisa lebih memantapkan merek dimata konsumen, promosi  (apalagi jika kita membuka outlet di daerah yang ramai)  dan adanya penjualan harian sehingga tidak tergantung hanya pada pesanan.
  • Berani tampil. Tampilkan produk kita dengan sebaik-baiknya dan yakinkan konsumen bahwa kita telah membuat produk bisnis kue rumahan tersebut dengan cara yang baik.
Aswin juga menambahkan agar tidak terburu-buru dalam ekspansi atau pembukaan cabang. Menurutnya sebaiknya buat dahulu satu outlet yang berjalan baik dan menguntungkan setidaknya selama 1 atau 2 tahun untuk dijadikan sebagai model  atau percontohan. Dengan begitu diharapkan langkah pembukaan cabang atau pun waralaba berikutnya akan lebih mudah dan tidak beresiko terlalu tinggi.

Jadi, jika Anda punya hobbi membuat kue di rumah bisa saja Anda jadikan ide untuk memulai wirausaha. Selamat mencoba dan sukses.

Oleh : Alam Syah
read more...

Hidup Sehat Bersama Ikan Garra Rufa

Ikan garra rufa, begitu namanya belum begitu populer di kalangan kita kecuali masyarakat di berbagai kota besar yang banyak mall dan pasar swalayannya. Memang ikan garra rufa biasa dan bisa kita temui di mall-mall atau swalayan, namun bukan sebagai ikan konsumsi ataupun ikan hias. Ikan garra rufa banyak ditawarkan sebagai terapy kesehatan atau yang populer dengan sebutan “fish therapy” atau “fish spa”. Betul, jika Anda pernah menemui jasa terapi ikan yang biasanya menggunakan media berupa bak ukuran besar berisi air hangat dengan ikan-ikan kecil didalamnya kemudian kita atau pemakai jasa terapi duduk di pinggiran bak dan mencelupkan kaki sebatas betis atau lutut dengan tujuan membersihkan sel-sel kulit mati yang dimakan ikan-ikan kecil tersebut memang menggunakan ikan garra rufa. Ikan garra rufa sebenarnya berasal dari negara Turki yang banyak terdapat di kanal-kanal sungainya. Ikan yang memiliki panjang tak lebih dari 14 cm ini masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2008-an dan populer sebagai ikan terapi tahun 2009 dan 2010 an. Ikan garra rufamemang dikenal sebagai ikan terapi karena sifatnya yang tidak menggigit namun menghisap dalam memakan sel-sel kulit mati di tubuh kita. Namun ternyata ikan garra rufa selain menyehatkan tubuh juga menyehatkan dompet kita. Betul, ada potensi bisnis yang terdapat pada budidaya ikan garra rufa. 

Salah seorang breeder yang sukses meraup untung dari budidaya ikan garra rufa ini adalah Ardy Artanto. Selepas terkena PHK dari tempatnya bekerja 4 tahun lalu, Ardy mulai menekuni bisnis budidaya ikan garra rufa. Dan kini Ardy telah menikmati buah dari ketekunannya ini. Menurut Ardy, kini segmen pasar ikan garra rufa tidak sebatas pada “fish spa” atau “fish therapy” namun juga sudah mulai pemelihara rumahan. Uniknya, menurut Ardy permintaanterhadap ikan garra rufa justru naik karena adanya isu miring tentang fish therapy yang dikabarkan bisa menularkan penyakit dari orang ke orang. Meski hal tersebut tidaklah benar karena ikan garra rufa tidak menggigit melainkan menghisap, namun isu tersebut berdampak pada keinginan orang untuk memelihara secara pribadi ikan garra rufa di rumah yang tentu saja meningkatkan permintaan terhadap ikan garra rufa tersebut. Bahkan saat ini menurut Ardy terbuka pasar ekspor untuk ikan garra rufa yang disebabkan pelarangan pemerintah Turki sebagai asal ikan garra rufa terhadap penjualan ikan garra rufa ke luar negeri. Ardy sendiri mengaku saat ini harus menyediakan ribuan ikan garra rufa setiap bulannya untuk memenuhi pasar lokal dan ekspor.

Memulai budidaya ikan garra rufa
ikan untuk terapi

Yang perlu dipersiapkan untuk memulai budidaya ikan garra rufa adalah sebuah aquarium, aerator, filter dan water heater untuk menjaga agar air tetap hangat. Ikan garra rufa hidup dengan air bersuhu 29 – 30 derajat celcius. Ardy menyarankan untuk menjaga sirkulasi air menggunakan aerator, menjaga kebersihan air dengan filter dan busa penyerap kotoran. Air yang digunakan sebaiknya air ledeng yang telah difiltrasi.

Pemijahan ikan garra rufa

Pemijahan ikan garra rufa dilakukan dengan memasukkan ikan garra rufa jantan dan betina dalam aquarium pemijahan dengan perbandingan jantan : betina = 2 : 3. Aquarium untuk pemijahan diberi sekat menggunakan kawat strimin di bagian bawah kira-kira 5 – 10 cm dari dasar. Ini bertujuan agar telur-telur yang dihasilkan setelah masa pemijahan jatuh ke bawah sekat dan tidak dimakan oleh ikan garra rufa. Jangan lupa berikan sedikit rumba-rumba diatas kawat strimin penyekat. Pemijahan biasanya terjadi pada malam hari. Seekor betina ikan garra rufa bisa menghasilkan hingga 4 ribu telur.

Penanganan telur dan larva ikan garra rufa

Telur-telur hasil pemijahan pada pagi harinya dipindah sekaligus diseleksi mana yang bisa menetas dan tidak bisa menetas. Biasanya telur akan menetas dalam waktu 24 – 48 jam. Air yang digunakan sebagai media perawatan telur sampai larva usia satu minggu sebelumnya diberi obat anti jamur. Sebab jika ada jamur maka telur-telur ikan garra rufa akan gagal menetas. Serta jangan mengganti air sampai larva berusia 1 minggu.
Makanan ikan garra rufa
Ikan garra rufa mulai bisa diberi makan setelah berusia diatas 1 minggu, pakan yang diberikan bisa berupa kutu air hingga berusia 1 bulan. Ikan garra rufa usia 1 bulan ke atas bisa diberi pakan cacing sutra. Dalam masa pembesaran ini sekaligus dilakukan seleksi menurut ukuran ikan garra rufa.

Penyakit pada ikan garra rufa

Penyakit yang sering menyerang ikan garra rufa umumnya disebabkan jamur. Oleh sebab itu penggunaan air yang bersih dan menjaga kebersihan air serta sirkulasinya menjaga unsur penting dalam keberhasilan budidaya ikan garra rufa.

Keuntungan budidaya ikan garra rufa

Lalu bagaimana dengan potensi keuntungan ikan garra rufa ? Menurut Ardy meski tidak memberikan angka pasti ia mengatakan potensi pasar yang luas dan terbuka lebar. Hitung saja berapa pendapatan Ardy yang mampu menjual hingga ribuan ikan garra rufa setiap bulannya dengan harga Rp.2500,- untuk ukuran 1 inch, Rp.3000,- untuk ukuran 1¼ inch dan Rp.3500 untuk ukuran 1 1/5 inch keatas. Bagaimana, tertarik untuk mencoba wirausaha budidaya ikan garra rufa ? Selamat mencoba dan sukses.

Alamat Ardy Artanto :
Jl. Cibulan I Blok A no.10, Graha Taman Kebayoran, Bekasi. Hp. 08151840118

read more...

Peluang Bisnis Unik, Es Krim Citarasa Tempe

Tempe kini telah berubah tidak hanya menjadi makanan pokok sehari-hari tetapi telah dikembangkan menjadi jenis produk yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Salah satunya es krim dari bahan baku tempe atau es krim tempe.

ES krim tempe yang bernama fit-es ini, bermula ketika seorang Peneliti dari LIPI yaitu Agustine Susilowati, sangat menyukai es krim tetapi dia tidak ingin gendut dan tetap sehat ketika memakan es krim. Agustine menciptakan es krim dari bahan tempe dan kemudian dipatenkan pada tahun 2001.

Menurut Yustina, Staff Bidang Kerjasama Komersial LIPI, kepada detikFinance beberapa waktu yang lalu. Es krim yang memiliki banyak manfaat ini, saat ini produk inovatif ini masih dipasarkan oleh LIPI.
Yustina juga menyebutkan berbagai macam manfaat dari es krim tempe, yaitu:

Mudah dicerna karena banyak serat dari kedelai Mengandung isoflavon glikon dari jamur tempenya itu sebagai antioksidan pencegah kanker Bersifat hipokoleterolemik yaitu dapat menurunkan kadar lipid darah yang dapat mengontrol kadar kolesterol dalam darah, Mengandung zat anti bakteri yang dapat memperkecil peluang infeksi.

Selain itu, Yustina menyebutkan selain memiliki berbagai macam manfaat, es krim tempe ini juga memiliki berbagai macam rasa yang dapat memenuhi selera para penikmat es krim semua umur.

"Ada rasa vanilla, mocca, pandan, coklat, melon, kiwi, dan pisang ambon," imbuhnya kepada detikFinance beberapa waktu lalu.

Yustina menambahkan, es krim tempe ini bisa dikonsumsi siapa pun dan bisa dikonsumsi bagi mereka yang sedang menjalani program diet, mengidap penyakit diabet, jantung, kolesterol. Termasuk bagi mereka yang memiliki pantangan untuk mengkonsumsi terlalu banyak gula, lemak hewani, dan lain-lain.

"Tetapi dengan ini (es krim tempe), bisa tetap makan es krim tapi tetap sehat juga," ujarnya.

Untuk jenis es krim tempe ini terdapat ada 3 varian yaitu: regular, vegetarian, dan diet. Khusus yang varian diet ditujukan kepada konsumen-konsumen yang sedang menjalani proses diet.

"Terus yang vegetarian juga, kalau di es krim umum kan mengandung susu dan zat-zat hewani, itu merupakan pantangan bagi para vegetarian, nah karena semua mengandung nabati, maka es krim vegetarian ini aman dikonsumi bagi para vegetarian," tambahnya

Harga es krim tempe ini relatif sangat murah dan terjangkau jika dibandingkan manfaatnya. Harga per cup (gelas es krim) yaitu Rp 5.000. Kedepannya, harga terebut akan bisa ditekan lagi dengan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak karena saat ini masih dipasarkan dan diproduksi oleh LIPI.

"Kita berharap ada mitra kerja, untuk memproduksi dan mendistribusikan es krim tempe ini. Ke mall, super market, dan masyarakat umum. Karena sekarang sudah ada es krim dari tempe, serta dengan kerjasama ini harganya bisa lebih murah daripada di produksi sendiri," jelasnya.

Jika anda tertarik untuk memesan es krim tempe atau menjalin kerjasama untuk memasarkan dan memproduksi produk ini. Anda dapat menghubungi.

Pusat Inovasi LIPI:
Atau bisa datang ke Bidang Kerjasama
Komersial Gedung A LIPI Lantai 3, Jln. Jend. Gatot Subroto No. 10 Jakarta

read more...

Abon Ikan Patin Lebih Lezat Lebih Untung

Abon ikan patin ? Rasanya belum banyak diantara kita yang pernah mengkonsumsinya. Selain karena jenis abon yang lebih populer hingga saat ini diantaranya abon sapi, abon ayam atau yang relatif baru adalah abon ikan bendeng, juga karena abon ikan patin ini belum banyak diproduksi sehingga relatif tidak mudah untuk mendapatkannya di pasaran. Abon ikan patin dibuat dari daging ikan patin dengan teknik pengolahan yang cukup sederhana dan relatif sama dengan cara pembuatan abon lainnya. Ikan patin sudah kita kenal sebagai ikan penghasil daging karena komposisi dan pertumbuhan dagingnya relatif lebih bagus dibanding jenis ikan lainnya. Selain itu ikan patin juga dikenal memiliki rasa daging yang lembut dan lezat disamping kaya akan protein, lemak, kalsium dan zat lain yang diperlukan oleh tubuh. Dan yang paling penting karena kandungan kolesterol yang rendah pada daging ikan patin. Kelebihan-kelebihan itulah yang membuat potensi bisnis abon ikan patin memiliki prospek yang cerah. 

Salah satu pe wirausaha yang kini memfokuskan diri pada pembuatan abon ikan patin adalah Arief Afief. Sebelumnya Arief Afief adalah peternak ikan patin yang sempat berpikir untuk menghentikan usaha ternak ikan patinnya lantaran saat panen harga ikan patin jatuh. Namun rintangan tersebut tidak membuat Arief putus asa, ia lalu memcoba membuat produk olahan hasil ikan patin yakni abon ikan patin. Ternyata kreativitasnya membuahkan hasil, selain produknya diterima dengan baik oleh konsumen, keuntungan dari usaha pembuatan abon ikan patin juga lebih menjanjikan. Dengan perhitungan sederhana, harga jual ikan patin 100 kg berkisar antara 1 jt sampai 1,2 jt. Namun jika diolah menjadi abon ikan patin, 100 kg ikan patin bisa menghasilkan uang hingga 2,5 jt rupiah.

Proses pembuatan abon ikan patin
  • Pemilihan ikan patin. Ikan patin yang baik dibuat abon ikan patin adalah yang berusia +- 8 bulan keatas dengan berat lebih kurang 7 ons.
  • Penyiangan. Adalah proses pembersihan ikan patin dari kotoran, pemisahan kulit dan jerohan ikan. Menurut Arief kulit ikan patin bisa diolah menjadi kerupuk ikan patin sedangkan jerohannya bisa dimanfaatkan untuk campuran pakan ikan.
  • Perebusan. Ikan yang sudah bersih dipotong menjadi 3 atau 4 bagian sesuai dengan ukuran besar ikan lalu dikukus selama kurang lebih 30 menit hingga setengah matang. Dalam proses ini Arief menambahkan ramuan yang didapatnya dari orang tua untuk menghilangkan bau amis ikan patin berupa daun salam dan sereh yang diletakkan di bagian bawah panci kukus.
  • Fillet. Proses pemisahan daging ikan patin dari tulang, kepala dan ekor. Proses fillet ini dilakukan seperti merobek-robek daging menjadi kecil-kecil secara manual menggunakan tangan dengan daging ikan dalam keadaan hangat.
  • Pembuatan bumbu abon ikan patin. Bumbu abon ikan patin berupa campuran dari bermacam rempah-rempah, jahe, bawang merah, garam dan lainnya serta tambahan santan kelapa secukupnya.
  • Penggorengan. Daging ikan patin yang sudah difillet digoreng bersama bumbu abon ikan patin. Proses penggorengan ini dilakukan selama +- 1 jam dengan terus diaduk. Arief mengaku membutuhkan hingga 5 liter minyak goreng untuk mengolah 30 kg ikan patin menjadi abon ikan patin. Setelah digoreng daging ikan patin lalu ditiriskan untuk membuang minyaknya.
  • Pengeringan. Proses ini bertujuan untuk membuat abon ikan patin benar-benar kering dan terpisah dari sisa minyak penggorengan. Arief menggunakan pengering pada mesin cuci yang dimodifikasi sebagai mesin pengering atau ia sebut mesin spinner. Untuk menambah rasa manis abon ikan patin, Arief biasa menambahkan gula sebanyak 1 kg untuk setiap 30 kg ikan patin yang diolah menjadi abon ikan patin.
  • Packing. Pengemasan adalah proses terakhir hingga abon ikan patin siap dijual.
Potensi bisnis pembuatan abon ikan patin

Dengan harga ditingkat konsumen mencapai 25 ribu rupiah per ons-nya ditambah ongkos produksi yang tidak begitu besar membuat usaha pembuatan abon ikan patin bisa menjadi alternatif bisnis bagi kita semua. Arief mengatakan dari 10 kg ikan patin bisa menghasilkan 1,8 kg abon ikan patin. Dalam sehari Arief biasa menghabiskan tak kurang dari 30 kg ikan patin untuk diolah menjadi abon ikan patin. Sebagai produsen, Arief memperoleh keuntungan sekitar 30% dari ongkos produksi. Satu kilogram abon ikan patin dengan ongkos produksinya yang tak lebih dari 130 ribu, Arief menjualnya kepada agen distributornya antara 170 ribu hingga 180 ribu rupiah. Jika dalam sehari Arief mampu memproduksi sampai 5,4 kg abon ikan patin, berarti laba yang mampu diraup Arief bisa mencapai 200 ribu perhari atau 6 jt rupiah perbulannya. Sebuah potensi bisnis yang luar biasa mengingat Arief  belum genap setahun dan baru dalam tahap mencoba dalam “usaha abon ikan patin” ini.

Demikian sedikit informasi tentang usaha abon ikan patin. Bagaimana Anda tertarik untuk mencobanya ? Selamat ber wirausaha dan sukses.

CP : Arief Afief, Abon Ikan Patin
Jl. Pemuda 14 Marajaya, Bogor, Jawa Barat 08569916026

read more...

Sukses Bisnis Baju Anak

surut bagi pengusaha merupakan hal yang biasa. Dengan ketekunan dan keuletan ditambah kerja keras, tidak mustahil sang pengusaha bisa merasakan kesuksesan.

Bahkan, omzet ratusan juta rupiah akan dengan mudah didapatkan. Pengalaman tersebut juga dirasakan Deddy Satriawan, seorang wirausaha muda yang berhasil merintis usahanya dengan menjual produk baju anak. Just For Kids, itulah nama gerai milik Deddy yang kini telah ada beberapa cabang di Jakarta. Deddy bercerita awal mula terjun menjadi wirausaha pada 2007.

Dia bersama temannya merintis usaha baju dewasa yakni Traffic dan You, Me and My Shirt. Keduanya berlokasi di Kemang, Jakarta Selatan. Namun sayangnya, saat itu keberuntungan tidak berpihak pada Deddy. Usaha You, Me and My Shirthanya mampu bertahan selama 1,5 tahun. Kemudian baru pada akhir 2009, Deddy memutuskan untuk mendirikan Just For Kids seorang diri, sehingga awal 2010 Deddy tidak lagi mengurus Traffic karena ingin fokus berbisnis baju anak.

Deddy juga menyadari bahwa pasar baju anak lebih menjanjikan ketimbang baju dewasa.“Saya tetap optimistis untuk berbisnis lagi di jenis usaha yang hampir sama, meski pernah mengalami kerugian,” kata Deddy di salah satu mal di Jakarta beberapa waktu lalu. Gerai Just For Kids yang pertama dibuka di ITC Kuningan.

Waktu itu, Deddy rela menjual mobil pribadinya untuk memperoleh modal awal usahanya yang sekitar Rp50 juta. Uang itu dipergunakan menyewa sekaligus merenovasi gerai sebesar Rp40 juta, sedangkan sisanya untuk membayar karyawan, membeli bahan baku, dan sebagainya. Setelah itu, Deddy membuka gerai di Supermall Karawaci. Gerai itu sifatnya tidak permanen, sehingga tidak menelan banyak biaya.

Sadar respons pembeli cukup baik, Deddy kembali membuka gerai di Pondok Indah Mall (PIM) pada Februari 2011 dan Mal Metropolitan Bekasi pada Juli 2011. Gerai terbaru Just For Kids berlokasi di Mall of Indonesia (MoI) Kelapa Gading yang dibuka pada Agustus 2011. Tak hanya itu, Deddy juga berhasil masuk Metro Department Store.

Bahkan, tahun ini Deddy menargetkan akan membuka delapan gerai di Jakarta. Tahun depan Deddy juga berencana untuk membidik pasar di luar Jakarta, yakni Bali dan Sumatera. “Targetnya 10 gerai dalam satu tahun. Strategi promosi dan posisitioning brand Just For Kids. Sebenarnya melalui kerja sama dengan Metro Department Store itu merupakan salah satu strategi marketing supaya tidak kehilangan pasar, meski penghasilan di Metro cuma 30 persen dibanding total penghasilan satu gerai,” kata Deddy.

Setelah Lebaran tahun ini, Deddy akan menjadikan salah satu artis cilik sebagai brand ambassador Just For Kids. Selain itu, Deddy juga akan memindahkan gerai Just For Kids di ITC Kuningan ke mal lain yang bersegmen menengah ke atas. Namun,Deddy mengungkapkan belum berencana untuk merambah ke pasar ekspor. Deddy mengaku sangat selektif dalam memilih lokasi gerai Just For Kids. Letak gerai sangat menentukan penjualan.

Gerai Just For Kids di ITC Kuningan terletak di bagian belakang, sehingga jarang dilewati dan dilirik pembeli. Penjualan di gerai ITC Kuningan hanya mampu mencapai Rp30 juta per bulan, sedangkan gerai lain yang terletak di bagian depan mampu meraih keuntungan hingga dua kali lipat.

“Penjualan di setiap gerai itu berbeda. Karena ternyata memang benar sih, posisi dan lokasi gerai itu sangat menentukan penjualan. Untuk sewa tempat, saya lebih pilih ada di depan dibandingkan belakang, meski lebih mahal. Beda posisi itu bisa beda keuntungan hingga tiga kali lipat karena progresnya cepat,” jelas pria berusia 32 tahun ini.

Kondisi berbeda terjadi di gerai PIM yang mampu meraup omzet hingga sekitar Rp150 juta per bulan. Bahkan, momen tertentu seperti Idul Fitri, Natal, dan Tahun Baru, mampu mendongkrak penjualan hingga 100 persen.

“Di PIM, segmen kami adalah menengah ke atas, sedangkan di ITC Kuningan itu menengah ke bawah. Harga sewa di PIM lebih mahal, tapi penjualan juga lebih besar enam kali lipat karena harga produk yang dijual lebih mahal. Jadi, di ITC Kuningan terpaksa ditutup sementara karena positioning- nya sudah enggak cocok lagi,”papar Deddy.

Ketika beralih ke segmen berbeda, Deddy melakukan berbagai strategi penjualan yang baru demi memanjakan pelanggannya, seperti mengubah kemasan shopping bag, meningkatkan kualitas bahan baju, hingga memberikan pelatihan karyawan sehingga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik.“Produk yang dijual sesuai dengan karakter konsumen di wilayah gerai. Intinya, walaupun brand lokal, standarnya enggak kalah dengan brand luar negeri,”ucapnya.

Saat ini biaya produksi adalah sebesar 30 persen dari harga jual. “Jadi, harga jual yakni 300 persen. Porsi harga produksi 30 persen dari harga jual. Angka itu belum termasuk sewa tempat dan karyawan. Awalnya, karyawan saya berjumlah sekitar lima orang, sekarang sudah bertambah menjadi 30 orang,” katanya.

Kesuksesan Just For Kids hingga saat ini tidak terlepas dari inspirasi yang didapat Deddy Satriawan dari anaknya sendiri. Ketika anak pertamanya lahir pada 2008, Deddy kesulitan untuk mendapatkan baju anak yang berkualitas dan fashionable.

“Susah banget cari baju anak kecil yang bagus, kreatif, dan tidak standar. Selain itu harganya mahal,” kata Deddy. Hal itu membuat dirinya berinisiatif membuat baju sendiri untuk anaknya. Hasilnya ternyata banyak orang yang suka. Semenjak itulah dia mencoba membuat baju anak dan menjualnya. Sebelum terjun menjadi wirausaha, Deddy sempat bekerja sebagai konsultan desain grafis di sebuah perusahaan periklanan selama lima tahun.

Saat ini, Deddy mengaku mau fokus untuk mengurus Just For Kids dan belum ada keinginan untuk kembali menjalani profesi yang dulu. “Pasar baju anak lebih luas dan menjanjikan. Selain itu, daya belinya juga lebih bagus,” ujarnya. Ke depan, kata Deddy, fashion akan terus berubah. Just For Kids akan terus berkembang dan menghasilkan sesuatu yang lebih kreatif agar pembeli tidak jenuh dengan produk yang ditawarkan.

Sesuai dengan slogan Just For Kids, yakni where kids meet Hollywood. “Anak-anak harus keliatan lebih keren dan bisa menjadi seperti yang mereka mau walaupun masih di usia dini,”jelasnya. Deddy menambahkan, Just For Kids juga banyak menerima pesanan dari perusahaan multinasional untuk memproduksi barang promosi seperti kaus, kemeja, sepatu, topi.

“Adapun klien reguler kita misalnya adalah Sony Indonesia, Bosch, Shell, BNI, Bumiputera,Plaza Indonesia,IBM,Dell,”tandas Deddy. Ciri khas dari Just For Kids adalah tulisan-tulisan kreatif yang disablon di atas baju anak. Saat ini baju yang diproduksi adalah untuk anak berusia 1–10 tahun dan dibanderol dengan harga Rp79.000–129.000 per baju.

Deddy juga memproduksi barang khusus anak lainnya seperti sepatu, celana jins, blazer, dan topi. Selain anak, Deddy juga memproduksi baju khusus keluarga (familyT-shirts) yakni untuk ayah, ibu,dan anak dengan desain yang sama seharga Rp299.000 per satu set. Tak hanya itu, Deddy juga berencana untuk memproduksi tas anak dan jumper untuk bayi.

read more...

Bisnis Keripik Ikan Mujair Bisa Kuliahkan Anak

Ikan mujair biasanya dikenal dalam bentuk masakan untuk menjadi "teman" melahap nasi.

Namun, di tangan seorang ibu di Banjarnegara, Jawa Tengah, ikan mujair justru diolah menjadi keripik yang renyah nan gurih. Penasaran seperti apa rasanya?

Ikan mujair yang biasa hidup di air tawar sering diolah sebagian masyarakat sebagai lauk, baik di goreng, pepes, ataupun bumbu santan.

Namun lain hal dengan yang dilakukan oleh Sunarti, warga Desa Luwung Kecamatan Rakit, Banjarnegara, Jawa Tengah ini mengolah ikan mujair menjadi sebuah makanan unik berupa keripik yang kabarnya memiliki kelezatan dan tingkat kandungan protein yang cukup tinggi.

Setiap hari, Sunarti, 55 tahun, bersama suaminya Jubaidi, 65 tahun, selalu mengambil ikan di kolam belakang rumahnya. Anakan ikan mujair yang berusia antara 1,5-2 bulan ini selanjutnya akan diolah menjadi sebuah camilan keripik.

Diawali coba-coba dalam mengolah keripik mujahir, dirinya tak menyangka kini bisa menjadi bisnis yang cukup menguntungkan. Dengan dibantu empat karyawannya, dalam sehari dia bisa membuat hingga 25 kilogram (kg) keripik mujair yang dijual per satu kg.

Adapun keripik mujair ini dijual dengan harga Rp75 ribu. Hingga saat ini, keripik mujair buatan Sunarti telah dipasarkan ke sejumlah daerah seperti Jakarta, Semarang, dan Bandung.

Omzet dari usaha keripik tersebut bisa dikatakan lumayan, yakni antara Rp4 juta hingga Rp5 juta setiap bulannya. Sunarti yang telah enam tahun menggeluti usaha keripik ini telah mampu menyekolahkan anaknya hingga sarjana. (Elis Novit/Sindo TV/ade)

read more...

Mahasiswa Ini Sukses Berbisnis Kuliner Aqiqah Beromset Ratusan Juta

Untuk menjadi pengusaha sukses di bidang kuliner ternyata tidak harus bisa atau jago masak. Contohnya yang dialami oleh Andi Nata yang merupakan Mahasiswa Universitas Indonesia (UI), berhasil mengembangkan bisnis masakan aqiqah.

Aqiqah merupakan menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak sebagai tanda syukur bagi kaum muslim.

Andi Nata yang mengambil Jurusan Teknik Mesin, seperti tidak cocok dengan bisnis yang ia tekuni. Bisnis Aqiqah yang ia kembangkan menyediakan masakan yang identik dengan sate dan gulai kambing.

"Jujur, saya tidak bisa masak, apalagi mengolah masakan sate atau gulai kambing. Tapi hasil masakan saya sudah masuk ke Hotel Four Seasons dan tiga hotel bintang empat lainnya di Jakarta," ujar Andi yang ditemui detikFinance beberapa waktu lalu.

Lalu, apa yang membuatnya sukses mengelola bisnis Aqiqah hingga beromzet ratusan juta rupiah per bulan?

Menurutnya menekuni bisnis kuliner tidak selalu bisa masak. Berkaca pada kemampuannya yang sama sekali tidak bisa masak namun ingin punya bisnis kuliner, dirinya harus 'berkelana' mencari juru masak handal.

"Saya punya niat besar untuk buka bisnis aqiqah, namun tidak bisa masak, untuk mewujudkan keinginan saya, maka ide saya tidak lain mencari juru masak andal. Namun pencarian tersebut tidaklah mudah, cukup banyak juru masak yang menolak khususnya dalam memberikan resep rahasianya," ungkap Andi.

Ia mengakui sangat susah mencari juru masak yang enak dan mau diajak kerjasama. Tak habis akal Andi pun melancarkan berbagai trik, salah satunya bersilaturahmi atau mengunjungi orang-orang yang ia 'incar'.

"Ya, dengan niat bersilaturahmi orang tak akan mungkin mengusir saya, walaupun kenal saja tidak. Sambil main ke rumah juru masak yang saya incar, hampir tiap hari tidak lupa membawa jajanan, seperti coklat, biskuit, dan lain-lain untuk anaknya, ya istilahnya nyogok," tuturnya.

Akhirnya, hampir 2 (dua) minggu silaturahmi sambil mengungkapkan keinginan tulusnya, akhirnya si juru masak yang ia incar hatinya pun luluh. "Dia mau jalin kerjasama, hingga sampai saat ini," ucapnya.

Apa yang membuat usaha aqiqah yang diberi nama Raja Aqiqah. Klaim Andi tidak lain karena kualitas bahan utama dan cita rasa masakannya yang jauh dibandingkan yang lain.

"Bahan bakunya bukan kambing seperti pada umumnya, tapi daging domba yang merupakan perkawinan domba Afrikan F1 dengan domba Jawa Barat. Hasilnya dagingnya empuk dan tidak amis, apalagi yang paling utama tidak mengandung kolestrol," ungkap

Keunggulan tersebut membuat pelanggannya senang, dan menjadikan rekomendasi para calon pelanggannya yang lain. "Tidak kurang dalam sehari 2-5 domba yang disembelih atau rata-rata 100 domba tiap bulan," ungkapnya lagi.

Lantas apa yang membuat Andi, melihat peluang usaha aqiqah ini, sementara dirinya merupakan mahasiswa jurusan mesin?

"Keluarga saya punya peternakan domba, pelanggan yang beli domba kami rata-rata digunakan untuk acara aqiqah, dari situ timbul pemikiran kenapa tidak saya buka usaha aqiqah juga, ternak sendiri, jual sendiri sampai buat sendiri (masakan aqiqah)," ucapnya.

Perhitungan bisnis Andi sederhana, dalam sebulan tidak kurang ada 1.000 acara aqiqah hanya di Jakarta saja."Kalau saya ambil pasar 2% saja, sudah besar sekali," ucap pria kelahiran 5 Januari 1989 ini.

"Bahkan saat ini, peternakannya tidak mampu memenuhi permintaan pesanan. Untuk memenuhi permintaan, saya membina sekitar 10 kelompok peternak domba yang tersebar di Cirebon, Depok, dan di daerah Jawa barat lainnya," kata Andi.

Andi pun tidak menutup peluang pihak lain untuk menjalin kerjasama. Ia mengaku kini omzet bisnisnya bisa mencapai Rp 400 juta per bulan "Simpel saja kerjasamanya, kita bagi hasil 50:50 dari keuntungan bersih," pungkasnya.

Anda berminat?

Raja Aqiqah Farm Maju Bersama
www.aqiqahjakarta.org
Andi Nata
Alamat: Depok Maharaja, New Sadewa Blok P12A No.15A

Sumber
read more...

Pebisnis Pupuk Online Ini Memulai Usaha dari Tolong Teman yang Tertipu

Memulai bisnis bagi seseorang memang berbeda-beda, ada yang terencana tetapi ada juga yang secara kebetulan. Misalnya yang dialami oleh Elsa Rosyidah, kini ia sukses menjadi pengusaha pupuk, hanya karena berawal dari keinginan untuk menolong teman yang sering ditipu oleh tenaga marketing.

Wanita kelahiran Blora, Jawa Tengah 1985 ini, kemudian mencoba membuat pemasaran pupuk secara online dari produk temannya. Padahal sebagian besar para pengguna pupuk adalah petani yang umumnya tidak terbiasa dengan transaksi online. Lalu bagaimana kah?

Usaha yang dimulai pada September 2009 ini, tidak disangka-sangka, dalam beberapa hari setelah ia memulai memasarkan melalui website tidak berbayar (blogspot), Elsa langsung memperoleh pesanan dalam jumlah yang cukup luar biasa.

Elsa menceritakan alasannya memilih penjualan dan pemasaran pupuk secara online. Berawal dari keinginan menolong, dia pun berpikir untuk memasarkan produk temannya itu. Padahal pada waktu itu, Elsa sedang menempuh studi S1 di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Kemudian ia berpikir bagaimana dapat menjual pupuk supaya dia bisa kuliah dan juga dapat membantu temannya.

"Itu sangat sulit bagi saya karena ketika memasarkan pupuk secara offline (nyata), itu memerlukan biaya untuk keliling kemudian saya tidak tahu medannya seperti apa, belum banyak kenalan di toko pupuk juga, dan itu menghabiskan waktu dan tenaga juga. Tetapi saya tetap ingin bantu dan akhirnya kita buat secara online," katanya kepada detikFinance beberapa waktu lalu di kediaman dubes AS, beberapa waktu lalu.

Beberapa hari setelelah mulai dipasarkan, kemudian ada seorang yang menelpon Elsa untuk memesan pupuk dari toko online-nya. Elsa pada saat itupun sedikit kaget karena dia samasekali tidak menyangka. Alasannya dalam waktu yang singkat, yakni 10 hari setelah toko online dari situs non berbayar itu (blogspot) di buka, langsung memperoleh respon dari pelanggan dan Elsa pun harus melihat katalog harga terlebih dulu karena dia tidak begitu hafal dengan harga pupuk yang ditawarkan.

"Waktu saya ditelpon orang, saya benar-benar bingung karena masih belum ada persiapan dan saya masih lihat daftar harganya berapa," ceritanya.

Wanita finalis wirausaha mandiri nasional tahun 2009 dan juga salah satu dari sembilan wanita muda Indonesia peraih program 10.000 wanita wirausaha dunia dari Goldman Sachs di Amerika Serikat tahun 2012 ini, menyadari bahwa hanya dengan mengunakan situs non berbayar yang sederhana saja bisa berjalan. Kemudian ia berpikir untuk meningkatkan kualitas toko onlinenya, Elsa kemudian menggunakan situs berbayar.

"Ini kemudian berlangsung hingga kini dan sekarang menggunakan website yang berbayar," tuturnya.

Menurut Elsa, memasarkan dan menjual pupuk secara online, bukannya tanpa kendala karena pupuk merupakan kebutuhan dasar petani yang umumnya jarang dijual secara online dan sebagian besar pengguna pupuk dan distribusi pupuk dipegang adalah orang yang usianya cukup tua dan tidak terbasa dengan transaksi melalui toko online. Disamping itu, tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap transasksi online masih relatif rendah.

"Kita harus membiasakan mereka untuk online dan membuat mereka percaya kepada kita," pungkasnya.

Elsa sendiri menjual pupuk semi organik, sedangkan pelangganya tidak membatasi segmen pasar dari toko onlinenya. Menurutnya siapapun orang yang terbiasa dan bisa transaksi online merupakan pasarnya.

Pelangganya sendiri merupakan orang yang sudah berpengalaman di bidang pupuk, seperti para petani, kelompok tani, toko prasarana pertanian dan distributor pupuk.

"Semua orang yang bisa online itu adalah pasar kami," ujarnya.

Elas yang kini sedang menempuh pendidikan Pasca Sarjana di Unpad Bandung ini menambahkan, usaha yang awalnya hanya dikelola oleh ia sendiri, sekarang telah memiliki 8 orang pegawai karena seiring berjalannya waktu dan meningkatnya order atau pesanan pupuk.

Sayangnya Elsa enggan berkomentar soal berapa omset yang ia peroleh, tetapi ia mengungkapkan dari awal berdiri hingga sekarang, peningkatan penjulan toko onlinenya mencapai 400%. Saat ini pasar pupuknya telah tersebar di seluruh pulau di Indonesia dari jawa, Sumatera hingga Sulawesi.

"Itu luar biasa dan sekitar 400% serta pasar kami tersebar di seluruh Indonesia," ungkapnya.

Kesuksesan wanita muda ini bukannya tanpa kendala, Elsa pernah mengalami pengalaman pahit. Saking senangnya waktu pesanan di awal-awal. Pada pesanan selanjutnya Elsa memperoleh pesanan sekiatar 3 kontainer pupuk.

Tepatnya pada tahun 2009, ketika barang telah sampai di tangan pelanggan. Ternyata pupuk yang dijual oleh Elsa tidak dibayar dan orang yang membeli tidak tahu kemana. Dia waktu itu mengalami kerugian hingga Rp 160 juta. Pengalaman tersebut kemudian memberikan pelajaran yang berharga bagi Elsa untuk membuat sistem pembayaran agar peristiwa itu tidak terulang kembali, yakni barang akan dikirim jika sudah lunas atau 100% terbayar.

"Barang akan kita kirim ketika pembayaran 100% telah dibayarkan. 50% ketika pemesanan dan 50% ketika barang akan dikirim.” tegasnya.

Elsa juga berkeinginan membuka toko pupuknya secara offline dan menambah kerjasama dengan produsen pupuk untuk menambah jenis produk yang dijual dan memperluas pasarnya. Serta meningkatkan kualitas sistem toko onlinenya.

Jika anda berminat memesan pupuk online atau mengetahui jenis pupuk yang dijual. Anda dapat mengunjungi situs: http://tokopupuk.net


read more...

Pemilik Burger Hitam Ini Jadi Pebisnis Berawal dari Kecelakaan

 Memilih untuk berbisnis atau berwirausaha memang memiliki alasan beragam, dari alasan ingin memperoleh penghasilan lebih hingga kepepet tidak punya pilihan selain berwirausaha. Inilah yang dialami oleh Rinanda Halfi atau Halfi.

Pria kelahiran 23 tahun yang menetap di Bandung ini, mempunyai pengalaman unik ketika memulai usahanya. Berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang membuat dia harus mengganti uang dari himpunan mahasiswa karena di dalam mobilnya ada uang himpunan yang diambil oleh warga.

Bingung untuk menggantinya, tidak lantas membuat dirinya berpangku tangan, ia kemudian berpikir untuk berwirausaha. Pertamanya Halfi berbisnis kaos dan kemudian ia
melanjutkan bisnisnya ke usaha makanan yaitu burger dengan bendera Black Burger atau Burger Hitam. Kini ia menghasilkan omzet Rp 60 juta per bulannya.

Menurut Halfi, ketika ditemui detikFinance di sela-sela pameran Produk UKM di JCC pekan laliu. Ia menuturkan alasannya memlih burger sebagai bisnisnya atau tidak memilih makanan lain.

Halfi beralasan, burger merupakan makanan yang sudah familiar di kalangan masyarakat perkotaan tetapi kebanyakan usaha burger ini, masih dikuasai oleh pemain asing seperti Burger King dan McDonald's. Sehingga untuk bersaing, produk miliknya harus berbeda dengan para pesaingnnya.

"Kalau sama, kita nggak akan cukup untuk melawan mereka (Burger King dan McDonald's), jadi kita harus buat diferensiasi (perbedaan) produk. Akhirnya saya buat inovasi dengan Black Burger," imbuh pria yang baru lulus dari jurusan Public Relation Unpad ini.

Burger yang berbeda dari burger yang ada pasaran ini, memang unik. Warna rotinya pun berwarna hitam, ia beri nama Black Burger. Warna hitamnya sendiri berasal dari buah kluwek, buah yang cuma ada di Indonesia, buah ini sering dipakai untuk membuat rawon atau sup condro. Menurut halfi, rasa dagingnya juga membuat burger milikinya berbeda dengan burger lainnya yakni memiliki citra rasa Indonesia.

"Dagingnya kita juga punya ciri khas yaitu dagingnya pakai daun jeruk dan cabe rawit, benar-benar cita rasa indonesia," tegasnya.

Bisnis burger yang dijalaninya sejak tahun 2010, tepatnya saat dia berada di semester 7 di Fakultas Komunikasi Unpad. Saat ini telah memiliki 2 outlet dan 28 aneka ragam burger. Pilihan rasa burgernya sendiri ada 3 macam yaitu: original, manis, dan hot. Untuk harganya sendiri, mulai dari harga Rp 12.000 – Rp 30.000 per potong.

Selain itu Halfi juga mengembangkan burger untuk para vegetarian dari bahan tempe dan burger nasi juga. Dari 2 outlet yang semuanya berada di Bandung itu, Halfi
telah mempekerjakan 5 orang karyawan.

"Kalau sekarang masih 5, dulu pernah sampai 8 tetapi kita tutup yang di Bogor karena penjualannya kurang bagus tapi kita ingin buka lagi. Sekarang saya punya 2 outlet," tutur finalis wirausaha mandiri nasional dan Start Up Icon yaitu pengusaha muda yang jadi icon-icon di Bandung tahun 2011.

Dari 2 outlet Black Burger milik Halfi, omzet setiap outletnya per bulannya mencapai Rp 20-60 juta per bulan untuk semua outletnya. Ini merupakan omzet yang besar untuk seorang pemuda berusia 23 tahun.

Keberhasilan yang ia capai bukannya tanpa kendala. Halfi pernah ditipu oleh mitranya sendiri, ia bekerjasama dengan sebuah toko (vendor) pembuat roti untuk burger milikinya. Tanpa dia sadari ternyata mitranya tersebut menjual burger sejenis dari resep miliknya.

"Ini bukan masalah materi tapi ide kita dicuri, belajar dari kondisi itu maka setiap saya membuat komitmen dengan seseorang saya selalu buat MoU atau perjanjian. Dengan karyawan saya juga seperti itu," tambahnya.


Pada tahun 2012 ini, dia berencana untuk membuka 6 outlet lagi di Bandung dan 1 outlet di daerah Senopati (Jakarta). Selain itu, Halfi juga memiliki mimpi untuk menjadi kompetitor kuat McDonald's dan Burger King di Indonesia. Dia ingin menunjukkan bahwa Indonesia juga memiliki Burger yang berkualitas dengan citra rasa Indonesia.

"Mimpi saya, saya ingin menjadi kompetitor kuat McD dan Burger King di indonesia," tambahnya.

Jika anda berminat memesan atau ingin mengetahui Black Burger lebih jauh. Anda dapat mengirim email ke: r_halfi_m@yahoo.co.id atau dapat memesan menggunakan Facebook di black burger dan twitter @blackburger_

read more...