Hotline 24 Jam Proses Klaim Bengkel Rekanan
Tentang Herbalife
Google Yahoo
Kode Warna

Harga Nafas Dalam Satu Hari

Mari sahabat kita menghitung berapakah harga nafas dalam satu hari dan pernahkah kita
menanyakan harga Oksigen di Apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 25rb/ltr,
Pernahkah kita menanyakan harga Nitrogen di apotik ?
Jika belum tahu, +/- Rp 9.950/ltr.
>> Taukah Bahwa
-Dalam sehari manusia menghirup 2.880 liter Oksigen & 11.376 liter Nitrogen-
2.880 x Rp.25.000,- = Rp. 72.000.000,-
11.376 x Rp. 9.950,- = Rp.113.191.200,-
—————————————
Total biaya sehari – = Rp.185.191.200,-
biaya bernafas 1 bln = 30 x 185.191.200,- = Rp.5.555.736.000,-
1 thn 365 hari maka biaya utk bernafas selama 1 th
365 x 185.191.200 = Rp.67.594.788.000,-
Jika harus dihargai dgn Rupiah
maka Oksigen & Nitrogen yg kita hirup,
akan mencapai Rp.185Juta lebih/hr/manusia.
Sahabatku!
Jika kita hitung harga nafas dalam satu hari Rp.185 Juta,Maka sebulan Rp.5,5M/orang, setahun Rp.67,5 Milyar /orang !!! sudah berapa lamakah kita hidup di bumi Allah ini? dan…. berapa rupiah biaya yang harus kita keluarkan untuk hidup selama itu jika udara yang kita hirup harus dibayar? Sungguh manusia pada hakekatnya sangat LEMAH & TIDAK LAYAK BERLAKU SOMBONG di muka BUMI ini !
Orang yg paling KAYApun tdk akan sanggup melunasi biaya Nafas hidupnya, kalo Alloh mau pake Rumus dagang sama manusia!
Masihkah kita belum mau BERSYUKUR ? ? !
Baru nafas saja kita sudah semestinya menghabiskan Rp.185.191.200,-/hari
dan itu GRATIS dari Allah.
Sungguh, Alloh maha pemurah atas segala karunia-Nya. Tak terkecuali nikmat Alloh dari udara yang digunakan manusia sebagai bahan bernafas setiap saatnya.Untuk semua itu Alloh hanya meminta kita untuk bayar zakat sebagai preminya…..subhanalloh. Udara yang melimpah ruah di alam adalah bukti kasih sayang Allah yang luar biasa. Sekumpulan gas tersebut diberikan Alloh kepada manusia dengan cuma-cuma. Tak sepeser pun dipungut dari manusia atas nikmat yang amat penting tersebut. Oleh karenanya, sudah sepantasnyalah manusia bersyukur kepada Sang Pencipta.
seandainya Allah itu pedagang…….dan mengharuskan membayar
harga nafas dalam satu hari saja
apa yang dapat kita lakukan untuk membayar biaya bernafas kita?
pernahkah kita bersedekah sebanyak Allah bersedekah kepada kita?
sesungguhnya manusia itu tamak dan kikir
Dia-lah Rabb yang mengurus kita di siang dan di malam hari sebagaimana firman Allah,

“katakanlah: ‘Siapakah yang dapat memelihara kamu di waktu malam dan siang hari selain Allah) Yang Maha Pemurah?’…”(QS Al Anbiyaa’ 21: 42).
وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ اللّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS.An-Nahl 16:18)
وَآتَاكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ اللّهِ لاَ تُحْصُوهَا إِنَّ الإِنسَانَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah). (QS. Ibrahim 14:34)
فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka ni’mat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

read more...

Cara Rasul Melawan Penyakit

Ketika penyakit datang menerpa, apa yang lebih dulu Anda lakukan? Sebagian orang memilih langsung mencari obatnya. ”Padahal, bukan begitu yang dicontohkan Rasulullah,” ungkap dr Agus Rahmadi.

Rasulullah menuntun kita untuk terlebih dulu memohon kesembuhan kepada Sang Khalik. Ajaran itu sering kali justru diabaikan orang yang sakit dan juga keluarganya. ”Kalau cara ini dan itu tidak berhasil, mereka baru berdoa,” sesal dokter dari Klinik Sehat ini.

Mempelajari tuntunan Rasulullah dalam bidang kesehatan, Agus mencoba memperkenalkan kembali pendekatan kedokteran Islam. Beragam penyakit yang akrab dengan keseharian masyarakat telah ada solusinya. Berikut penjelasannya.

Dalam ilmu kedokteran Islam, lanjut Agus, ada empat prinsip dasar yang harus ditegakkan untuk menghadapi penyakit. Pertama, kembalikan segala masalah kepada Allah SWT. ”Kedua, ikuti pola hidup Rasulullah.” Prinsip ketiga, jus terapi. Ada banyak buah dan sayur yang jika dikombinasikan secara tepat dapat mendatangkan efek obat. ”Keempat, pergunakan obat-obatan herbal,” ucap Agus dalam acara Forum Silaturahim Muslim Perkantoran (Forsimpta), Sabtu (29/5) lalu, di Jakarta.

Agus mengingatkan konsumen kesehatan agar berhati-hati dalam mengonsumsi obat. Kehalalan obat perlu diperhatikan. ”Banyak obat haram yang beredar dan diresepkan dokter.” Banyak orang berdalil, kandungan haram pada obat tak perlu dipermasalahkan. Apalagi, itu ditujukan untuk darurat pengobatan. ”Tapi, masak, darurat berkepanjangan?” tanya Agus retoris.

Agus mencontohkan obat sirup, semisal obat batuk. Masih banyak produsen obat yang menyertakan alkohol dalam sediaannya. ”Kalau ada penggantinya, mengapa bertahan memakai bahan yang haram,” kata Agus.

read more...

Kisah Wang Zipping, Legenda Grandmaster Wushu Muslim Cina (1881-1973)

Seratusdelapanpuluh kilometer dari utara Kota Terlarang (Beijing saat ini), terletak Changzhou, tempat tinggal suku Hui. Hui adalah suku Muslim di Cina. Namun, selain Islam, ada hal yang menjadi kecintaan anggota suku, yakni tradisi seni bela diri.

Sebelum penemuan senjata, Wushu merupakan alat utama pertempuran dan pertahanan diri di Cina. Para pemimpon Hui selalu mendorong anggotanya mempelajari Wushu sebagai 'kebiasaan suci' demi memperkuat disiplin dan keberanian untuk memperjuangkan sekaligus bertahan di tanah mereka.

Saat itu masjid-masjid, bagi suku Hui, bukan hanya tempat untuk beribadah, tapi juga medan latihan bagi grandmaster untuk menempa dasar-dasar Wushu kepada murid-murid yang antusias.

Seperti banyak Hui yang lain, Wang Ziping lahir di tengah keluarga miskin. Ayahnya bekerja sebagai petinju bayaran. Saat masih bocah, Ziping menunjukkan keinginan kuat belajar Wushu. Bela diri ini adalah identitas Hui. Tidak ada Hui--yang saat itu hanya senilai upah garam--akan berani menjalani hidup tanpa "Latihan Delapanbelas Pukulan Pertempuran" dan "Tinju Diagram Delapan" melekat pada tubuh dan pikiran.

Selain Wushu, Hui juga mendalami ajaran Islam. Dengan demikian kehidupan Hui adalah campuran antara buruh miskin, latihan keras dan spiritual mendalam. Kemampuan luar biasa mereka dalam Wushu bukan sesuatu yang datang sekejap mata.

Begitu pula yang dialami Ziping. Di tengah pelajaran mengaji Al Qur'an, Ziping juga harus mengangkat batu berat untuk membangun stamina, kekuatan dan galian parit yang kian lama kiat luas begitu kemampuannya melompat meningkat. Keseimbangan yang baik diasah dengan cara berbahaya. Zipping ditanam dalam tanah.

Saat itu pula Zipping membaca lantunan zikir. Kekuatan dan keseimbangannya pun bertambah berlipat ganda. Konsentrasi yang biasa dilakukan saat shalat sebagai tuntutan dalam Islam menjadi tulang punggung sesolid batu bagi gerakan mengalir Wushu.

Iklim di Changzou cukup sejuk ketika musim panas, namun dingin saat musim salju. Dalam bulan-bulan musim dingin salju jarang turun sehingga memungkina latihan tetap digelar. Zipping berlatih dengan seluruh elemen untuk membuat tangguh tubuhnya. Begitu ia menginjak usia 14 tahun, ia sudah bisa melompat lebih dari 3 meter dari posisi berdiri.

Sayang bocah dengan tubuh setegap pria dewasa dan kualitas petarung itu tak memiliki guru. Ayahnya yang keras kepala menolak memasukkan Zipping ke sekolah Wushu. Setengah putus asa mencari guru dan teman, ia jatuh ke dalam komunitas rahasia yang menyebut diri mereka "Jurus Kebenaran dan Keharmonian".

Akhirnya Wang Zipping memutuskan pergi dan mengembara ke selatan Jinan, di mana ia menjadi musafir yang tinggal di sebuah Masjid Besar. Dalam ruang utama masjid itulah, Zipping bertemu pria seperti dirinya, seorang petinju. Ia bernama Yang Hongxiu, grandmaster Wushu yang akhirnya menjadi gurunya.

Dan Zipping pun dengan serius mulai mempelajari gerakan burung dan mamalia, seperti elang menukik menyambar mangsa, gerakan kelinci melintas padang rumput, hingga lompatan jitu anjing menghindar dari bahaya. Ia menyerap semua karakter gerakan itu kemudian menciptakan gayanya sendiri. Stamina dan refleksnya yang kian berkembang, membuat Zipping tak hanya kuat tetapi juga cepat--sebuah kombinasi mematikan dalam Wushu.

Seorang dianggap Grandmaster ketika ia mampu menggunakan alat apa pun sebagai senjata. Pengembangan kemampuan ini adalah seni sekaligus kebutuhan dalam Wushu. Zipping, menjadi luar biasa fasih dengan semua senjata utama.

Dia sangat mahir terutama dalam melakukan Qinna, yakni teknik sergapan yang dapat mengunci sendi dan otot-otot lawan dalam persiapan melakukan serangan dahsyat; Shuaijiao.  Nama yang terakhir itu adalah gaya bertarung tangan kosong yang menggabungkan prinsip Tai Chi, Hard Qigong dan Teknik Meringankan Tubuh.

Ia mendapat pengakuan sebagai seniman bela diri yang utuh. Pada saat bersamaan ia juga pakar dalam trauma tulang. Ia mengombinasikan pengetahuan mendalam dalam Qinna dengan ketrampilang mengatur tulang. Akhirnya ia menemukan sistem penyembuhan untuk cedera Wushu dan olahraga di utara Cina.

Legenda Klasik

Banyak kisah, ada yang asli dan juga sekedar mitos, yang telah disematkan pada sosoknya. Namun yang selalu diulang adalah kisah satu ini.

Selama melakukan praktek pengobatan di Jiaozhou, Jerman ditugaskan untuk membangun rel kereta api dari kawasan itu menuju Jinan. Proyek mercusuar itu adalah harga mahal yang harus dibayar setelah Ratu Ci'xi gagal dalam pemberontakan tinju. Rel dibuat dengan yang tujuan memperluas dan mengkokohkan kontrol Eropa atas daratan Cina.

Reputasi Zipping bukannya tak diketahui oleh Jerman. Lebih cerdas dan berani dari pada koleganya, para Jerman berupaya mempermainkannya. Seorang petinggi militer Jerman bersiasat dengan menempatkan penggilingan batu besar di depan stasiun rel kereta api dan menantang siapa pun untuk mengangkatnya.

Zipping yang tidak pernah bisa tahan dengan penghinaan terhadap orang Cina, secara alami langsung gusar. Seperti yang diharapkan Jerman, Zipping masuk perangkap.

"Bagaimana kalau saya bisa mengangkatnya," tanya Zipping.
"Maka gilingan itu menjadi milikmu," para Jerman menjawab dengan tampang mengolok-olok.
"Bila saya gagal?"
"Maka kamu harus membayar,"

Zipping denga mudah mengangkan gilingan batu itu, meninggalkan para Jerman tercengang-cengang. Seorang warga Amerika yang bekerja sebagai guru fisika di tempat itu, menyaksikan aksi Zipping. Ia pun menantang duel.

Saat berjabat tangan mengawali pertandingan, tiba-tiba si Amerika dengan kuat memegang tangan Zipping dan berupaya membantingnya ke tanah. Zipping secepat kilat menyapukan kaki ke bagian bawah tubuh lawannya dan membuatnya ambruk.

Karena reputasinya, Zipping ditunjuk sebagai kepala Divisi Shaolin di Institut Pusat Seni Bela Diri. Ia juga pernah menjabat wakil presiden Asosiasi Whusu Cina, organisasi Wushu tertinggi di CIna.

Ia memegang banyak gelar dan tanggung jawab, termasuk konsultan sejumlah rumah sakit besar di penjuru Cina. Karirnya sebagai pakar bela diri juga kian menajam setelah ia melakoni banyak duel dengan orang asing. Ia selalu ingin membuktikan bahwa Cina bukan ras inferior.

Meski dalam usia senja, Zipping tak pernah kehilangan kekuatan dan kecepatannya. Pada 1960 ketika ia menjadi pelatih dan direktur grup pelajar Wushu yang menyertai perdana menteri saat itu, Zhou Enlai, melawat ke Burma, ia diminta mendemonstrasikan kemampuannya. Di depan tuan rumah ia menampilkan jurus dengan senjata luar biasa berat, Pedang Naga Hitam. Dengan teknik tinggi, kemampuan dan semangat muda, tak satupun orang berpikir ia telah berkepala delapan.

read more...

Logika Iman

Dalam kajian epistemologi Islam disimpulkan bahwa logika manusia sangat efektif untuk bisa menerima, mencerna, sekaligus menjelaskan kebenaran. Sebaliknya, akal secara otomatis akan kehilangan kekuatan nalar rasionalnya manakala dipaksa untuk mempertahankan kebatilan.

Hal ini tidak lain karena akal adalah instrumen strategis pada setiap manusia untuk bisa memahami maksud dan kehendak Allah SWT. Melalui akal, manusia bisa mempelajari firman-Nya, meneladani rasul-Nya sekaligus mengamalkan setiap perintah dan menjauhi larangan-Nya. Namun, seiring dengan dinamika kehidupan, logika sering kali kandas ketika harus berhadapan dengan konsekuensi berat tatkala harus memeluk kebenaran.

Di sinilah logika manusia dipertaruhkan. Logika iman dan nafsu bertempur dalam hati yang gejalanya bisa dilihat dari kebingungan, kegusaran, kegelisahan, bahkan mungkin perilaku tidak rasional dari seseorang. Ketika seseorang lebih memilih logika nafsu maka ia akan semakin terjerembab pada pilihan-pilihan yang menjauhkan dirinya dari sifat-sifat kemanusiaannya.

Seperti yang telah dilakukan Firaun yang justru menajamkan logika nafsunya. Karena, sifat paranoid akan kebenaran mimpinya bahwa kelak akan ada seorang lelaki yang akan meruntuhkan kerajaan dan menggantikan tahtanya, tanpa banyak berpikir, Firaun langsung mengambil keputusan bahwa semua bayi laki-laki yang lahir di seantero Mesir harus dibunuh.

Begitu pula dengan Namrudz. Ia tega mengeluarkan perintah untuk menghukum Nabi Ibrahim AS dengan hukuman yang sangat sadis dan tak manusiawi. Ironisnya, Namrudz melakukan itu hanya karena dia kalah debat dengan Nabi Ibrahim AS soal Tuhan. Bagi Namrudz, Tuhan itu adalah berhala yang menjadi sembahannya. Sementara bagi Nabi Ibrahim AS, Tuhan itu adalah Allah SWT.

Tetapi, kebenaran adalah kebenaran. Sekalipun logika nafsu berkuasa dan menjadi penentu dalam kehidupan sosial masyarakat. Kebenaran tetap tak bisa dilenyapkan. Justru mereka yang menolak logika iman akan terjerembab dalam kenistaan, sebagaimana Firaun dan Namrudz. Oleh karena itu, ikutilah apa yang telah dibawa oleh Rasulullah kepada kita semua.

“Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikit pun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS [4]: 170).

Logika iman ialah daya nalar rasional yang disandarkan sepenuhnya kepada Alquran dan sunah. Jadi, pandangannya tentang baik dan buruk sepenuhnya merujuk pada apa yang baik atau buruk menurut Allah SWT. Akal dan hatinya diliputi keyakinan kuat bahwa Allah SWT benar-benar Maha Mengetahui.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS [2]: 216).

Oleh: Imam Nawawi
read more...

Keindahan dalam Hidup Nabi Muhammad

Walau telah banyak buku yang menulis tentang sosok Nabi Muhammad Saw, namun kemurnian dan kejernihan kualitas dan tata kramanya yang agung terus mengalir. Seri kehidupan Rasulullah mengungkapkan kemuliaan sifatnya, keluhuran budi pekertinya, dan keunggulan pribadinya. Dengan ini, orang-orang beriman dapat memuaskan dahaga mereka spritual mereka dengan tekad untuk menjadi manusia yang lebih baik.

Seiring dengan banyaknya tugas mengiringi diutusnya para Nabi, ia juga membawa tugas untuk mengajarkan orang tentang keindahan dan menghidupkan kembali indra dan kesadaran itu. Sesungguhnya Allah SWT indah, Al-Qur'an yang mulia juga indah, dan seluruh alam semesta indah. Rasulullah Saw, tidak diragukan lagi, adalah orang terbaik dalam mengajarkan keindahan.

1. Keindahan senyum. Ya, senyum adalah jenis keindahan yang unggul. Ini juga merupakan bahasa universal manusia. Tersenyum berarti merasakan semua kegembiraan, sukacita, dan kasih sayang terhadap manusia. Laksana sebuah lukisan, senyuman adalah gambar indah.

Nabi Muhammad dikenal memiliki wajah yang selalu tersenyum. Jarir ra berkata, "Rasulullah tidak pernah menolak untuk melihat sejak saya memeluk Islam. Setiap kali beliau melihat saya, beliau akan menemui saya dengan senyum." (HR Bukhari).

Nabi tidak hanya menjaga senyum indah di wajahnya, namun juga mendorong orang lain untuk tersenyum. "Senyum terhadap saudaramu adalah sedekah." (HR At-Tirmidzi). "Jangan meremehkan setiap amal baik, bahkan jika itu hanya pertemuan dengan saudaramu dengan wajah yang ceria."
(HR Muslim).

2. Keindahan penampilan. Nabi Saw selalu memakai pakaian terbaik yang beliau miliki. Sebelum menemui para utusan, beliau akan mengenakan pakaian yang sesuai dengan status dan tradisi masing-masing utusan. Rasulullah juga suka parfum. Dari Aisyah," Aku selau memercikkan aroma (farfum) terbaik kepada Nabi." (HR Muslim).

Nabi melarang setiap orang yang makan bawang merah atau bawang putih masuk ke dalam masjid. Beliau mendukung keindahan secara umum sebagai salah satu hal yang dicintai Allah SWT. Dalam sebuah hadits, beliau bersabda, "Allah SWT indah dan mencintai keindahan."

3. Keindahan sikap lembut. Nabi diriwayatkan pernah bersabda, "Kelembutan tak dapat ditemukan pada apa pun kecuali itu menambah keindahannya, dan tidak tercabut dari apa pun kecuali bahwa itu membuatnya cacat" (HR Muslim). Jadi, kelembutan adalah perhiasan dan keindahan, sedangkan kekerasan adalah suatu hal keburukan. Nabi yang mulia melakukan semua urusan dengan kelembutan, dan beliau mendesak diterapkannya kelembutan dalam semua urusan, baik negara maupun pribadi.

Berikut contoh-contoh kelembutan yang menunjukkan budi pekerti beliau yang luar biasa:

a) Rasulullah akan mempercepat doa dalam shalat ketika mendengar tangis bayi, dengan pertimbangan kecemasan sang ibu terhadap anaknya.

b) Suatu ketika Rasulullah pernah menghentikan pergerakan pasukan karena kepedulian terhadap seekor burung yang berduka karena anak-anaknya ditangkap oleh beberapa tentara. Pasukan itu kembali bergerak maju setelah tentara-tentara itu mengembalikan anak-anak burung kepada induknya.

c) Beliau menghindari teguran langsun kepada umatnya. Rasulullah lebih suka menegur dengan kata-kata halus seperti, "Bagaimana dengan orang-orang yang merasa terlalu bangga untuk melakukan sesuatu yang saya sendiri lakukan?"

d) Rasulullah memanjakan anak-anaknya dan bercanda dengan mereka. Anas ra berkata, "Nabi Saw selalu berkumpul dengan kami (anak-anak), kadang beliau berkata kepada adikku, 'Wahai Ayah Umair, apa yang dilakukan burung-burung kecil ini?" (HR Bukhari).

 e) Nabi Muhammad mengizinkan rumahnya dijadikan sebagai tempat bermain. Aisyah berkata, "Aku biasa bermain boneka di rumah Nabi, dan teman-teman perempuanku juga biasa bermain denganku. Setiap kali Nabi masuk (ke tempatku), mereka bersembunyi, tetapi Nabi selalu memanggil mereka untuk bergabung dan bermain denganku." (HR Bukhari).

f) Rasulullah pernah bersabda, "Jangan seorang pun dari kalian yang mengatakan, ''jiwaku menjadi jahat,' namun hendaknya mengatakan, 'jiwaku menjadi kejam." (HR Bukhari-Muslim).

Menurut Ibnu Hajar, mengutip Al-Khattabi, jahat dan kejam hampir sama dalam arti, namun Nabi tidak menyukai kata sifat jahat dan memilih ekspresi yang lebih aman kejam. Memang, ini adalah kebiasaan beliau untuk mengganti sebutan yang tidak menyenangkan dengan yang lebih halus. Hadits ini menyiratkan bahwa kosa kata yang tidak menyenangkan harus dihindari. Intinya adalah menghindari ungkapan seperti "jiwaku menjadi jahat" adalah tindakan kelembutan terhadap diri sendiri.

g) Rasulullah sangat menghormati istri-istrinya dan memperlakukan mereka dengan lembut. Sebagai contoh, beliau biasa menawarkan lututnya untuk diinjak istrinya (Safiyyah) setiap kali Safiyyah ingin naik unta.

h) Nabi Saw kerap berkhutbah tentang "kelembutan" Tuhan kepada manusia. Dalam sebuah hadits beliau bersabda, "Ketika Allah telah menyelesaikan ciptaan-Nya, Dia menulis di atas Arsy-nya, 'Belas kasih-Ku menguasai amarah-Ku." (HR Bukhari-Muslim).

Masih mau jadi orang pemarah, pembenci, pendongkol dan pendendam? Jangan, ah! Nabi tentu tidak suka umatnya berlaku demikian. Semoga kita bisa mencontoh perilaku Rasulullah, walau hanya sebagian kecil.

read more...

Meninggalkan Zina, Lalu Allah Menggantikannya dengan Kerajaan dan Wanita yang Halal

Allah menyebutkan Yusuf bin Ya’kub `alaihis salam dalam satu surat lengkap. Di dalamnya terdapat banyak pelajaran dan manfaat yang lebih dari 1000 buah. Nabi yang mulia ini diuji Allah dengan ujian yang sangat berat, tetapi beliau bersabar. Dan demikian itulah keadaan orang-orang shalih. Akhirnya, mihnah (ujian) itu berubah menjadi minhah rabbaniyah (anugerah Tuhan). Berikut ini kisahnya:

Ibu Yusuf `alaihis salam bernama Rahil. Ia memiliki sebelas saudara. Ayahnya sangat mencintai Yusuf `alaihis salam. Hal itulah yang kemudian mengakibatkan kedengkian saudara-saudaranya yang lain. Sebab mereka adalah satu kelompok, satu jamaah. Namun, sang ayah begitu cintanya kepada Yusuf dan saudaranya Bunyamin. Apa yang terjadi selanjutnya? Mereka meminta kepada sang ayah agar Yusuf diperbolehkan pergi bersama mereka. Mereka pura-pura memperlihatkan keinginan agar Yusuf menggembala bersama mereka, padahal mereka menyembunyikan sesuatu daripadanya, yang hanya Allah Yang Mahatahu. Maka mereka pun mengajak Yusuf, lalu mereka melemparkannya ke dalam sumur tua. Kemudian datanglah rombongan musafir. Mereka menurunkan timba ke dalam sumur dan Yusuf pun menggayut padanya. Yusuf lalu dijual kepada seorang raja di Mesir. Ia dibeli hanya dengan beberapa dirham.-(1) Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Allah berfirman, “Dan wanita (Zulaikha) yang Yusuf tinggal di rumahnya menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadanya) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata, ‘Marilah ke sini’. Yusuf berkata, ‘Aku berlindung kepada Allah, sungguh tuanku telah memperlakukan aku dengan baik’. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung. Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” (Yusuf: 23-24).

Allah menyebutkan godaan raja tersebut kepada Yusuf `alaihis salam, serta permintaannya kepada Yusuf sesuatu yang tidak pantas dengan posisi dan kedudukannya. Yakni wanita itu berada di puncak kecantikan, kejelitaan, kedudukan dan masih amat muda. Ia lalu menutup semua pintu untuk hanya berdua. Ia telah siap untuk menyerahkan dirinya dengan mengenakan pakaian kebesaran yang sangat indah. Padahal ia adalah seorang isteri raja. Sedangkan Yusuf `alaihis salam kala itu adalah seorang pemuda tampan dan elok, sedang berada di masa pubertas, masih perjaka dan tidak ada yang bisa menggantikannya. Ia jauh dari keluarga dan kampung halamannya. Sedangkan orang yang tinggal di tengah-tengah keluarga dan sahabatnya tentu akan malu jika diketahui perbuatan kejinya, sehingga akan jatuhlah kehormatannya dalam pandangan mereka. Tetapi, jika ia berada di negeri asing, maka kendala itu sirna. Apalagi ia dalam posisi diminta, maka menjadi hilanglah kendala lelaki yang biasanya menawarkan diri, hilang pula rasa takutnya untuk tidak bersambut. Dan wanita itu berada dalam kekuasaan dan rumah pribadinya, sehingga ia tahu persis kapan waktu yang tepat, dan di tempat mana sehingga tak ada yang bisa melihat.

Namun, betapapun kesempatan yang ada, Yusuf `alaihis salam justru menjaga diri dari yang diharamkan, Allah menjaganya dari berbuat keji karena dia adalah keturunan para nabi. Allah menjaganya dari tipu daya para wanita. Dan Allah pun menggantinya dengan kekuasaan di muka bumi, di mana saja yang ia kehendaki. Allah memberinya kerajaan. Lalu, kepadanya datang wanita yang sebelumnya dengan merendahkan diri, meminta dan mengiba agar dinikahinya secara halal, maka Yusuf pun menikahinya. Ketika malam pertama, Yusuf berkata kepadanya, ‘Ini sungguh lebih baik daripada apa yang dulu engkau inginkan.’

Wahai umat Islam, renungkanlah! Betapa setelah ia meninggalkan yang haram, Allah lalu menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik daripadanya. Karena itu, Yusuf `alaihis salam adalah penghulu dari tujuh (golongan) para penghulu yang bertakwa dan amat mulia. Sebagaimana disebutkan dalam Shahihain dari penutup para nabi, shallallahu `alaihi wasallam, dari Tuhan segenap langit dan bumi,

سَبْعَةُ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَ ظِلُّهُ: إِمَامٌ عَادِلٌ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ الله خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ بِاْلمَسْجِدِ إِذَا خَرَجَ مِنْهُ حَتَّى يَعُوْدَ إِلَيْهِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّ فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَا بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللهِ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ: إِنِّيْ أَخَافُ الله (رواه البخاري ومسلم)

“Ada tujuh (golongan) yang mendapatkan naungan Allah, saat tidak ada naungan kecuali naungan-Nya; penguasa yang adil, laki-laki yang mengingat Allah secara menyendiri kemudian air matanya mengalir, laki-laki yang hatinya tertambat dengan masjid saat ia keluar daripadanya sampai ia kembali lagi, dua orang yang saling mencintai karena Allah, mereka berkumpul dan berpisah karena-Nya, laki-laki yang menyembunyikan sedekahnya, sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang dikeluarkan oleh tangan kanannya, pemuda yang tumbuh (dengan senantiasa) beribadah kepada Allah serta laki-laki yang diajak oleh wanita yang berpangkat dan jelita (tetapi) ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah’.”

KETERANGAN

(1) Inilah ringkasan kisah Nabi yang mulia tersebut. Barangsiapa yang ingin meengetahuinya secara lengkap hendaknya membaca dan merenungkan surat Yusuf dengan merujuk kepada tafsir bil ma’tsur, terutama Tafsir Ibnu Katsir dan Tarikh-nya. Wallahu a’lam.

Sumber: Kisah-Kisah Nyata Tentang Nabi, Rasul, Sahabat, Tabi`in, Orang-orang Dulu dan Sekarang, karya Ibrahim bin Abdullah Al-Hazimi, penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. (alsofwah.or.id)
read more...